Minggu, 05 Juni 2011

Ultimate Journeys : Manila - Kinabalu - Brunei

LCCT


Marybrown @ LCCT 5 Maret 2011 02.15 am

Saat ini gw sedang duduk menanti pagi, setelah perjalanan "menyenangkan" naik penerbangan terakhir airasia dari Bandara Soeta 5 jam lalu. 

Yup, rute kali ini Manila - Kinabalu - Brunei.

Tiket AA masing-masing jkt-kl, kl-clark, clark-kinabalu, brunei-kl dan kl-jakarta udah ditangan, hasil perburuan total semuanya 1juta kurang sedikit. Kombinasi pelbagai promo Smile

Sebenarnya sempat pegang kinabalu-brunei, tapi berhubung penerbangannya ditutup, ya mau dibilang apa. Mencari budget flight laen menuju brunei kayaknya ga ada pilihan lain, sempat merencanakan tuk skip brunei, tapi akhirnya nekad akan menempuh jalan darat dari kinabalu ke brunei.... Wait and see Smile doakan ya.

Manila, kinabalu dan brunei juga bukan merupakan destinasi favorit para pelancong dari Indonesia, tapi justru karena minimnya informasi gw jadi pengen tahu gmana gmananya kota-kota tersebut.

Sesampai di LCCT tadi, secara airport budget, kita turun jalan kaki sedikit lalu menuju masuk ke terminal, antri panjang di counter imigrasi. Setelah itu keluar terminal. Walaupun sudah lewat tengah malam, kondisi LCCT masih ramai. Ada beberapa resto yang masih buka kayak Mc Donalds, Starbuck atau tempat gw nongkrong sekarang Marybrown, nasi ayamnya yummy, cocok dgn lidah gw yg harus ketemu sambel setiap makan. Sambil nunggu sambil browsing nyalain wifi aja  di areal bandara juga ada hot spot gratisan. Lumayan untuk membunuh waktu sebelum check in lagi jam 5-6 pagi nanti.

Bobo yu


Bwad yg mau tiduran, lebih baik buru-buru check in, langsung ke boarding room, disana lokasinya lumayan nyaman. Banyak yang tiduran dilantai atau cari aja pojokan yang asik. Cuma paling susah cari colokan listrik untuk recharge gadget ni di LCCT.

Aku sempatin juga mandi di toilet, di LCCT enaknya setiap toiletnya ada shower room, gratis.

Clark International Airport - Manila jam 11 siang

Narsis dulu


Perjalanan sekitar 4 jam dari LCCT dihabiskan sukses tertidur. Sesampai di Clark, bandara budgetnya Airasia, udah kayak bandara kota mati sepi ga ada pesawat lain kecuali AA.

Antrian lumayan panjang karena cuma 1 counter imigrasi yang buka, manalagi petugas imigrasinya "ramah2" dimana diajak ngobrol/tanya2in.

Jeepney airport


Keluar dari sini untuk menuju manila ada beberapa pilihan transportasi. Taxi (tentunya lebih mahal), bus ke makati (350 peso), yang paling murah kayaknya naik jeepney, angkotnya philipina, nyaman pake ac tapi ngetem nunggu penuh dulu. Dengan 50 peso jeepney ini mengantar kita ke bus terminal untuk kemudian lanjut dengan bus ke manila.

Ya nasib naik budget carrier.

1 peso saama dengan 300rupiah-an, kemaren sebelum pergi sempat menukar rupiah dengan sedikit peso, untuk modal bayar bus dll ketika pertama datang. Cari peso di money charger di jakarta itu susah juga, mata uang ini gak gitu beken.

Bus terminal


Sekitar 20menit perjalanan sampai di Mabalacat bus terminal, berhubung lapar makan dulu, ada beberapa resto fastfood di dekat terminal. Pilihanku di Jollibee, fastfood terbesar di philipina katanya, ada beberapa menu ayam lumayan bikin mupeng.

Palabok


Ada beberapa bus ngetem di terminal ini, tujuan gw adalah kawasan backpacker di manila, malate atau ermita. Untuk kesana naik bus dulu ke Pasay, ada beberapa bus tujuan ke pasay, ada five star, victory liner, santrans, fermina express yang gw naiki dan berhubung cuaca lumayan adem, gw pilih non ac, cuma 70 peso dibanding ac 135 peso.

Terus terang gw buta ga sempet gogling referensi transportasi di philipina, what will be will be d.

Perjalanan juga membosankan, melalui jalan tol satu jam-an, kanan kiri sawah menghampar, ketika mulai masuk manila mulai terasa macetnya.

Mirip banget dengan daerah jatinegara di jakarta, cuma bedanya jalanan di manila bagus ga pake lobang-lobang.

Bener-bener deh, sekarang berubah pemandangan mal sana sini, kayaknya untuk jumlah mal, saing-saingan dengan jakarta. Jangan bingung kalo ngelihat mal-mal disini namanya SM hypermarketlah, SM plaza lah.. Pokoknya SM-SM, ini semacam raja properti kayak Sumarecon di Jakarta. Punya banyak mal dimana-mana. Sempet ngelihat LRT, ga secanggih MRT Singapore atau MTR Hongkong, tapi lumayan mengatasi kemacetan tanpa menimbulkan macet yang baru karena punya "jalan" sendiri, ga kayak busway yang merampok jalanan jakarta jadi tambah sempit.

Manila Bay Hostel, 21.00

Bus berhenti di Pasay, dari sana perjalanan dilanjutkan naik taksi. Jaraknya tergolong dekat, meteran taksi nunjukin 100 peso sampe juga ke manila bay hostel. Lokasinya di sebelah miramar hotel atau di hampir di seberang kedutaan amerika. Hostel ini juga dekat Rizal park, manila bay dan Intramuros.

Nama hostel ini aku dapet dari wikipedia dan letaknya di lantai 4. Semua kamarnya shared bathroom, kamar private yg kupilih cukup kipas angin aja, kenanya 400 peso/hari. Kalau pake AC, 700 peso/hari juga ada dorms room kenanya 300 peso/hari. Oya kebanyakan hostel maupun hostel di sini mempunyai 2 tarif, 12 jam dan 24 jam.

Di belakang hotel, jalan MH delpilar 10 meter dari Ermita Chatolic School, kita akan menemukan resto Indonesia, tempatnya sederhana banget, kurang memancing selera makan Smile tapi pas masuk di dalam bersih, murah, halal dan menunya lumayan enak. Ada rasa pedasnya.Bayangin disini susah banget cari makanan bersambal.

Jollybee n Resto Indonesia



Untuk lokasi lain, gampangnya karena gw muslim, bakal lebih banyak makan di Jollibee yang punya cabang dimana mana mengingat ga ada menu babi disana.

Oya yang butuh alamat Manila Bay Hostel, Unit 402, Bel-Air Apartment, 1020 Roxas Boulevard, Ermita, Manila. Telp. 3535814, 4151692, 09188077777 atau email ke gh_realty@yahoo.com.

Hostel ini lumayan rapi dan bersih, kaca-kaca besar di dinding kamar (untuk apa coba), sayangnya ga ada fasilitas wifi.

Untuk internet ada wifi gratis di Robinson Plaza, 15 menit jalan kaki atau banyak warnet di Ermita/Malate, sekitar 50 pesi/hour atau bisa lebih murah sampai separuhnya kalo agak mencari sampe ke jalan Pedro Hill.

Sudut manila bay hostel







Di deket Manila Bay Hostel (jgn cari palang merk ga bakal ketemu) tempat gw nginep juga pas di sebelah kasino (wew), chowking resto, yellow cab pizza, starbucks dan 7 eleven, kalo mau cari hotel atau hostel, jalan aja ke belakang-belakang kembali ke malate, kalo bagian depan banyak bangunan tinggi hotel bintang lima.

Oya posisi kawasan ermita pas sebelah distrik malate, kedua-duanya bisa disebut kawasan backpacker manila, tapi jangan bayangkan khao san road di bangkok, disini relatif sepi dan teratur.

Manila bay






Penampakan di manila bay


Ke manila bay juga cukup jalan kaki menyebrang jalan dan sore ini gw habisin dengan menyusuri pantai yang sudah dibangun trotoar beton ditepinya.

Ada jualan seperti mangga, murah meriah 25 peso dapet 3 mangga, atau sate cumi kering cuma 10peso/tusuk, lumayan enak rasanya asin asin gitu. Cuma satu yang belom berani dicoba. Balut! Ini "snack" khas philipina, telur yang isinya embrio bebek, ugghhh sudah berbentuk ada kepalanya, wrkkkk. Untuk sementara gw jadi penonton dulu deh. Gak mahal cuma 15an peso.

Balut



O ya, jangan aneh kalo banyak pengemis maupun gelandangan di manila, diwanti-wanti sama orang hotel hati2 dengan pengemis anak-anak karena banyak yg merangkap pencopet.

Jalanan




Puas memandang pantai (tidak terlalu istimewa menurut gw), menyebrang sedikit akan bertemu gereja malate dan ada beberapa patung pahlawan yang bakal kita ketemui. Ga sengaja ngelihat mal bernama robinson plaza, sempetin masuk.

Ternyata ada parade cosplay, seru deh. Ababil Manila gila-gilaan gayanya.

Cosplay














Mal pun rame dgn kostum aneka rupa. Keliling bentar mal, wow.. Bener2 surga untuk yang hobi belanja. Harganya relatif murah dan banyak barang-barang lucu yang gak ada di Jakarta. Ini baru satu mal, rencana nanti gw juga bakal ngunjungi mall of asia yang katanya paling geuddee di asia dan 4 di dunia.

Seputar mall




Keluar dari robinson plaza, kawasan malate dan erminta sudah siap menyambut malam. Kayaknya kawasan ini baru happening di malam hari. Bar, diskotik, resto yang tumpah kejalan, pijat, banyaklah. Kawasan ini juga merangkap jadi red district area deh.

Minggu pagi di Rizal Park

Rizal Park














Sukses tertidur semalem, perjalanan hari minggu ini akan diawali ke Rizal Park. Lokasinya jalan kaki 10 menit dari hostel. Sebelum sampai disana dikagetkan dulu ngelihat orang kejaran-kejaran, ternyata mengejar copet. Lalu ada juga lagu pop diputer keras-keras, gw pikir promo konser siapa, ternyata iring-iringan kematian.Rizal Park diambil dari nama Jose Rizal nama pahlawan nasional Philipina yang menghasilkan banyak tulisan yang berhasil mengobarkan semangat juang orang philipina waktu itu. Sampe dia ditangkep tentara Spanyol yang berkuasa saat itu dan ditembak mati diusia 35 tahun.Di Taman itu kita bakal ketemu beberapa patung dan ada bagian dimana kita harus bayar 10peso untuk masuk melihat patung eksekusi Jose Rizal sekaligus akan ada sedikit pertunjukan di sana apabila datang di malam hari, tapi tiket masuknya beda, 50 peso.Dari Rizal Park perjalanan ke Intramuros udah deket. Tapi kalo capek bisa naik delman.Intramuros sama kayak kota tua di kawasan kota, yang membedakan disini kota tua itu dikelilingi tembok, jadi harus cari jalan masuknya di depan fort santiago. Intramuros yang dulu menjadi pusat pemerintahan dikelilingi tembok sepanjang 4,5 km. Pas masuk kita disambut Manila Cathedral yang megah, lalu masuk ke dalam bakal ketemu museum, hotel, resto, gereja San Austin, rumah-rumah, pokoknya buat pecandu fotographi bisa seharian di dalam. Bagusnya sewa delman deh, jadi bisa mengelilingi Intramuros ga pake cape.Fort Santiago juga mengharuskan kita membayar 75peso/orang, benteng yang pernah jadi penjara Jose Rizal iniDi dalam benteng ini terdapat Rizal Shrine, tempat yang memamerkan tulisan-tulisan Jose Rizal.

Intramuros dan Fort Santiago




























Selanjutnya Baca di blog gw ya TEDVELLER.BLOGSPOT.COM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar